Argha's Blog
from small think,for greatest thing

Dec
27

Kawan, satu jam yang lalu sebelum aku menulis cerita ini, aku menangis. Menangis karena kurasakan rindu yang begitu dalam kepada kalian. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat saat-saat bersama kalian. Ku buka keping demi keping piringan Compact Disc ku. Hatiku kembali terpanggil ke masa-masa itu. Di saat kita teriakkan kata “Hore” saat ada jam kosong dalam belajar, saat bel pulang sekolah terdengar lebih awal, dan saat pelajaran Biologi semester 3 dimulai, juga pelajaran Seni yang tak ketinggalan. Semua itu membekas dalam senyuman kalian. Sangat berbeda saat pelajaran Kimia semester 5 berlangsung. Aku sangat ingat saat-saat ketegangan itu mulai muncul di hati. Mendengar suara langkah sepatu “tok tok tok” yang kian mendekat menandakan bahwa Olahraga Jantung akan segera dimulai. Wajah-wajah serius dan seolah membaca buku Piranti Kimia terpasang di raut wajah kalian. Pelajaran Bu Sri Subekti selalu kami nanti. Rindu rasanya bila mengingatnya.
Kawan, aku yakin, kalian juga merasakan rasa yang sama sepertiku. Rasa untuk kembali ke masa-masa itu. Walaupun kadang kita terpecah akibat kesalah pahaman atau perbedaan pendapat, namun itu tidaklah bertahan lama. Aku, dan pasti kalian, sangat merasakan kehilangan seorang teman seperjuangan kala kita duduk di awal kelas XII. Iya, Agus yang biasa kita panggil Akik. Itulah rasa pertamaku.
Teman, sadarkah kalian bahwa slogan yang ada di tembok bagian kiri kelas itu kini semakin terpaku dalam hati ini? Sadar atau tidak, slogan yang kita buat dengan kebersamaan itu kini terpetri sempurna di hatiku. Slogan yang mengajarkanku arti kebersamaan. Baru kini ku sadar bahwa kata-kata itu juga membuatku bangkit dari ke ego an ku.
Wahai temanku, apakah kalian ingat tempat duduk di depan kelas kita? Di situ kita pernah mengukir nama dan tanda tangan kita. Menorehkan tinta sejarah di SMA 2. Aku sangat ingat kejadian itu. Dengan penuh tawa, kalian menuliskan nama-nama kalian dengan penuh semangat. Seakan tak ingin tulisan itu hilang dari tempatnya melekat. Jika bisa, aku ingin pergi ke tempat itu dan melihat kembali prasasti yang telah kita torehkan. Aku bisa melihatnya dari sini kawan. Tidakkah kalian melihatnya juga?
Kawanku,
Aku tersenyum dalam lamunanku. Teringat puisi yang dibawakan Agus kala kita duduk di kelas XI. Seolah canda tawa kalian kini berada di samping telingaku. Aku kembali tersenyum saat teringat kata “Pis of yes”, ahh, hal itulah yang membuatku semakin ingin bertemu kalian.
Kawan, apakah kalian ingat dengan kata-kataku sebelum aku bernyanyi di depan kalian saat pelajaran seni? Apakah kalian merasakannya kawan? Lagu yang ku bawakan kala itu, kini telah mengisi hari-hari sepiku tanpa kalian. PETERPAN “SEMUA TENTANG KITA”. Lagu itu selalu menemani mandiku. Kujadikan sebagai nada dering ponselku, agar ku selalu teringat kalian.
Kawan, senyuman kalian lah yang selalu ku rindu. Kebersamaan kita lah yang selalu ku nantikan saat libur panjang datang. Namun kawan, diluar XII IA 2, sangat susah kurasakan untuk bertemu kalian. Aku mencoba menahan air mata rinduku. Walau kadang tak bisa lagi terbendung.
Tulisan ini ku buat untuk kalian, untuk mengurangi semua beban. Lantunan doa-doa selalu ku ucap lirih untuk memohon kepada Nya, agar kita bisa sukses mencapai apa yang kita harapkan. Amin
Selalu ku tunggu kehadiran kalian di setiap libur-libur panjang.

Yang selalu merindukan kalian,
Argha Aditya Cipta Nugraha.

Nov
21

Termenung aku dalam tempat ku untuk kesekian kalinya. merenungi semua amarahmu. entah mengapa selalu rasa kecewa yang datang dalam hati ini. apakah tak pantas aku mendapatkan kata maaf darimu? hanya sekedar kata sudah mebuatku merasa senang. emosimu yang selalu tinggi itu lah yang membuat hatiku ini seperti apa yang kau rasakan kemarin. bukan salahku. bukan salahmu. waktu yang membuat seperti ini. pertanyaanmu tentang perubahan ini sudah terjawab. namun berubah bukan berarti total. rasa sayangku ini rasanya sudah memeluk erat hatiku dengan akar-akar yang kokoh. hingga ku tak bisa melepaskan rasaku ini terhadapmu. selalu ku lantunkan namamu dalam syair doaku. agar kita bisa menggapai saat nanti. tak terpikir lagi bagaimana tahun 2012 nanti. masa-masa yang telah kita lalui menjadi saksi hubungan kita. semua terekam di dalam waktu bak video digital. namun sayang kita tak akan lagi bisa melihatnya. bukan untuk mencari-cari kesalahanmu. namun ku ingin kau melihat adakah perubahan dalam marahmu? adakah yang berbeda dengan marahmu yang dulu dan yang sekarang? tak perlu dijawab. hanya sebagai perenungan. setiap hari ku slalu mencoba untuk lebih baik dari hari ini. selalu ku ajarkan sesuatu yang belum kau tau tentang dunia atau masyarakat. selalu ku ajak kau menjadi layaknya seorang kepala desa untuk belajar etika dan tata krama. kita sama-sama belajar, namun ketika aku sudah belajar tentang itu lebih dahulu maka sepantasnya lah kembali kuajarkan ilmu itu padamu. agar kita menjadi orang yang santun dan berbudi nantinya. walaupun ku tau bagaimana jauhnya perbedaan antara di kota dan di desa tempat ku tinggal. ku mencoba untuk menipiskan perbedaan itu walaupun kadang aku masih merasa egois. apakah sikapku itu salah? sehingga ketika aku bicara tentang etika di depanmu, selalu kau berkata bahwa aku menganggapmu tak punya etika. bukan itu maksudku sayang. aku ingin kita sama-sama belajar dari apa yang belum kita ketahui. itu saja. iya. terkadang aku bersikap kekanak-kanakan menurutmu. aku pun sadar bahwa di dunia ini tak mungkin ada seorangpun yang tak melakukan kesalahan. aku manusia normal, sama sepertimu. aku bisa melakukan salah, begitu juga denganmu. bedakanlah sayang antara mengajarkanku tentang sesuatu itu tidak dengan cara emosi. wajar memang ketika emosi sudah menjangkiti, hati ini serasa benci memang. tapi marilah kita saling koreksi. agar ke depannya menjadi lebih baik. kau ingin aku berubah. kau ingin aku menjadi diriku saat ini. kau ingin aku menjadi seorang yang romantis dan perhatian dan sayang dan semuanya. aku mencoba dengan ketulusan hatiku dan semua kemampuan dalam diriku. ketika aku salah sudah sepantasnyalah kau kempbali mengajariku tentang sesuatu yang kau tau lebih dariku. aku butuh itu. tapi bukan dengan emosi. aku tak bisa mengambil esensi dari semua marahmu itu. bukankah lebih indah saat kau ucapkan itu secara lembut? aku tak akan membantahmu. sayang, tak semua masalah selesai dengan amarah. tidak semua persoalan pun bisa pecah dengan tangis. namun masalah dan persoalan itu akan terjawab dengan keinginan kita untuk menyelesaikannya. sekali lagi aku tak mengguruimu. aku bisa berkata seperti itu karena pengalaman lah yang mengajarkanku. mungkin bagimu aku sok pintar. tak apa lah kau menganggapku seperti itu, tapi semua itu akan kalah ketika kau mengerti apa yang ku maksudkan. sungguh aku tak merasakan bosan ketika semua yang kuajarkan padamu belum bisa kau kerjakan. semua pasti butuh proses dan niat. jika sudah ada niat di benakmu, ada rasa bangga dalam hatiku. aku tau kau ingin membuatku sempurna. dimatamu. tapi yang kuinginkan padamu hanya untuk merubah emosimu, merubah amarahmu, dan terimalah diriku walaupun aku tak seperti yang kau inginkan. ini sebuah karya tulisku. jangan kau anggap ini sebagai media untuk melawanmu. bukan itu maksudku. mungkin barisan kata-kata ini akan kau lupakan dan tak kau hiraukan, ataukah mungkin saja untuk kau kenang dalam hatimu selamanya. Created by : Argha Aditya Cipta Nugraha

Nov
04

kembali ingatanku terpanggil. ketika Alim mengingatkan aku tentang lagu pertama yang kami mainkan saat kami bermain musik.

BINTANG DI SURGA by Peterpan, menyisakan sejuta kenangan di hati kami.

kami biasa menyebutnya STAR IN HEAVEN. salah satu lagu yang akan termasuk menjadi saksi sejarah persahabatan kami. lagu yang bisa dibilang menceritakan diri kami sendiri. menceritakan diri kami yang belum pernah merasakan indahnya cinta. tersebut dalam larik yang berbunyi “Lelah tetapku mencari hati untukku membagi menemani langkahku walau tak berarti”. ketika kami telah menemukan seseorang yang kami anggap terbaik, ketika itu pula mereka meninggalkan kami dengan bekas yang sulit hilang di benak kami. kala itu kami ber 4 sama-sama kehilangan orang yang kami sayangi dalam satu minggu yang sama. tak akan terelakkan lagi, hati kami kala itu sungguh tak berbentuk. sedih, susah bercampur menjadi satu. namun dengan semangat kami yang tak pernah padam, kami tak membiarkan orang yang kami sayangi itu pergi begitu saja dengan luka di hati kami. di situ kami memanfaatkan even-even hari yang kami sendiri tak tahu dari mana sejarahnya. VALENTINE. kami memanfaatkan momen itu untuk kembali menarik hati orang-orang yang kami sayang. berbuah hasil memang walaupun tak semanis buah durian montong. tapi kami telah membuktikan bahwa kami berbeda dengan anak-anak lain, kami sangat menjunjung tinggi kesetiaan. itulah yang kurasa membuat kami berasa istimewa.

lagu inipun sempat kami bawa ketika ujian akhir mata pelajaran seni. walaupun dengan alat yang kurang menunjang, kami tetap dengan semangat memainkan lagu itu. sungguh berkesan bagiku walaupun sebenarnya kulihat Guru ku memalingkan telinganya karena bisingnya suara Drum yang dipukul Sugus ( Andrian ) dan suara sound sistem yang bisa dikatakan hampir meledak itu. memang peralatan yang sangat sederhana dan reyot menurutku. tapi biarlah. anak kami nanti pasti menyunggingkan senyumnya untuk cerita kami ini.

pernah kami ingin menyumbangkan lagu dalam acara pelepasan kala itu. namun karena hanya satu lagu yang kami kuasai dengan baik, kami mengurungkan niat kami untuk mengisi. iya, lagu itu tetaplah STAR IN HEAVEN. terasa tanggung memang jika kami berada di atas panggung hanya menyanyikan satu lagu. kami putuskan untuk hanya melihat penampilan teman-teman kami yang mengisi dengan berbagai acara. senang kala itu kami rasakan. semua wajah yang hadir tampak memberikan lukisan senyum yang memang mereka rasakan indahnya walaupun ada sebagian teman kami yang tidak lulus saat itu. namun hal itu tidaklah menjadi penghambat untuk mereka tersenyum.

lagu itu terus kami bawa setiap bermain musik. sungguh indah terdengar di telinga kami.

namun di balik liriknya yang menggambarkan kekecewaan, salah satu lirik lagu itu juga kami jadikan motivasi dalam hidup.
“Dan bila semua tercipta tanpa harus ku merasakan cinta yang tersisa, hampa hidup terasa”.
kami terdorong untuk mencari kembali sisa-sisa cinta dalam hati kami untuk terus mencari dan mencari kekasih yang bisa mengimbangi kesetiaan kami. itulah yang biasa kami sombongkan dalam hati kami. memang setia itu mahal harganya, ketika kesetiaan di balas dengan dusta dan air mata. sudah cukup bagi kami merasakan bekas-bekas luka yang sudah menancap di hati kami. kembali kami terbangkit dalah kesedihan, dan kembali menyongsong indahnya CINTA.

semoga lagu ini kembali bisa kita mainkan. dengan suasana kebersamaan yang sama, kebahagiaan yang sama, namun ku berharap dengan kondisi yang berbeda. kondisi yang pastinya lebih baik dari hari-hari kemarin. tak hanya dengan 4 orang dalam studio, bersama ibu dari anak-anak kami, bersama si kecil buah hati kami. aku akan menantikan saat-saat itu sahabat.

By : Argha Aditya Cipta Nugraha
Inspired by : Alim Adi Tantomo
Special presented to : Alim Adi Tantomo, Andrian Fauzi Desmalasa, dan Feri ketut Wijanarko & Fam

Oct
31

fesbuk nya Indonesia…I love Indonesia Kombes.Com 

Oct
30

waktu terasa semakin berlalu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka saat kita tertawa

teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan SEMUA TENTANG KITA

by Peterpan

Lantunan lagu peterpan menggugah kembali rinduku yang sudah terbendung lama dalam hatiku. selalu ada cerita yang akan menjadi bahan dongeng ku untuk anak-anak ku kelak. dengan sangat bangga pasti akan kuceritakan semua yang telah ku lalui bersama sahabatku ini. agar kelak anak-anak ku juga mempunyai sahabat yang tak kalah membanggakan dari sahabt ayahnya. ku berharap anak-anak kami kelak juga akan mempunyai hubungan persaudaraan yang erat layaknya sebuah keluarga. aku tak mau berharap anak-anak ku akan mempunyai teman yang aku punya saat ini di kota tinggalku saat ini. keegoisan dan amarah selalu menyertai dalam setiap kegiatan. ahh aku tak mau membayangkannya.

baru kusadar saat lirik lagu itu sampai pada lirik “akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskan semua sepi di hati”, aku merasa kesepian dalam ramai kota tempatku saat ini. pantas aku merasa banyak yang hilang dari hidupku saat aku mulai menginjakkan kaki di bogor ini. ternyata baru kusadari, senyum dan tawa mereka lah yang selama ini hilang. sempat aku mencoba untuk mencari teman pengganti itu di sini. namun keadaan yang membuat semua sangat berbeda. mungkin karena latar belakang kami yang membuat hubungan ku dengan temanku disini layaknya mencari gula di tengah asinnya lautan. dan hasilnya adalah nihil. aku tak bisa menggantikan kebersamaan kami di sana, di kota kelahiranku. Kediri.

ketika pertama kali lagu itu dinyanyikan dan mulai meninggi, aku tak begitu meresapinya. tapi benar, lagu yang ada sekarang mungkin akan berarti bila diingat 5 sampai 10 tahun ke depan. pada bangku SMP kelas 1 lagu itu mulai naik ke permukaan, dan sekarang baru aku menyadari arti dari lagu itu dalam kehidupanku. aku tak boleh meninggalkan semua kenangan-kenangan indahku bersama kepergianku di kota ini. sejarah akan menuliskan betapa indah dan berharganya sebuah persahabatan yang telah kami torehkan dengan tinta emas kebersamaan kami. aku yakin sahabat-sahabatku di sana juga merasakan perasaan yang sama seperti yang aku rasakan sekarang. hanya mungkin apresiasi kami berbeda-beda. contohnya aku yang mengapresiasikan rasa ku ini lewat tulisan.

ingin tertawa aku ketika mendengar syair lagu sampai pada “ceritakan semua tentang kita”. memang setiap waktu kami, kami habiskan dengan cerita. walaupun hanya bercerita, kami bisa menghabiskan semalam suntuk tanpa kantuk. dan yang pasti dengan bantuan kopi, kacang, dan kadang-kadang rokok. semua cerita kebodohan, kenakalan, sampai pengalaman memalukan sering kami bicarakan dalam forum non fiksi itu. hingga tak ada lagi batasan kami untuk saling mengenal satu sama lain. jarang sekali ada konflik dalam geng kami. hanya topik-topik yang sekiranya mengancam persahabatan dan masalah perorangan sajalah yang kami bicarakan dengan serius, sangat serius malahan jika sudah masuk dalam zona kritis. selain masalah-masalah itu, kami hanya diskusi santai dan hanya berisi guyonan.

sungguh indah persahabatan itu kurasakan. anda yang mempunyai sahabat sejati pasti sangat tahu betul kebahagiaan seperti apa yang ada dalam hati kami. iya, jawabannya tak kan mungkin bisa diungkapkan dengan kata-kata. hanya kebanggaan yang bisa kami toreh dalam kebersamaan ini.

By Argha Aditya Cipta Nugraha
Special presented to : Alim Adi Tantomo, Andrian Fauzi Desmalasa, dan Feri Ketut Wijanarko & fam.

to be continued…